Achmad
Furqon_51409261_3IA04_DPG 2.1
Hubungan Grafis dan Budaya dalam
Interaksi Manusia-Komputer part 1
Oi . . .Oi .
. . Oi . . .
Dalam
tulisan kali ini, saya akan mencoba menunjukkan fakta atau data yang
menggambarkan hubungan atau pengaruh antara grafis dan budaya yang referensinya
saya dapat dari berbagai sumber. Berikut ini adalah hasil rangkuman yang saya
tulis dari sumber-sumber tersebut dimana tulisan ini membahas tentang
kaligrafi. “Check This Out”………………
Sebelumnya saya akan membahas sedikit tentang budaya. Dimana budaya itu dapat berwujud tiga hal, yaitu ide atau gagasan, tingkah laku atau tindakan, dan benda atau barang yang dihasilkan oleh manusia. Berkaitan dengan budaya, sebagian besar orang berpendapat bahwa kaligrafi adalah huruf dekoratif yang bernafaskan Islam. Hal ini dimungkinkan karena kurangnya informasi mengenai apa kaligrafi itu dan hampir semua pameran yang bertajuk kaligrafi di Indonesia selalu menampilkan lukisan dekoratif huruf Arab. Pendapat di atas tidak sepenuhnya salah. Huruf Arab merupakan salah satu bagian dari kekayaan kaligrafi. Sebenarnya, istilah kaligrafi itu luas cakupannya dan bisa diinterpretasikan dalam berbagai hal tergantung pengalaman dan pengetahuan khalayak. Secara sederhana, kaligrafi adalah tulisan yang indah yang teraplikasikan dalam media tulisan, lukisan, maupun pola-pola 2 atau 3 dimensi. Istilah kaligrafi berasal dari kata kalio dan graphia. Secara umum diartikan sebagai tulisan yang indah. Dalam bahasa Inggris, kaligrafi disebut dengan calligraphy dan dalam bahasa Arab disebut dengan khathth. Dalam alam lingkungan kebudayaan, kaligrafi dapat disoroti melalui dua aspek yaitu sisi kaligrafi sebagai aksara yang menjadi simbol penulisan huruf atau kata, dan aspek kedua adalah keberadaannya sebagai hasil dari proses estetika. Aspek pertama berarti kaligrafi berfungsi sebagai tulisan pada umumnya yang menampung gagasan dari penulisnya, sehingga kaligrafi sebagai media untuk menyimpan, mengawetkan, serta mengungkapkan kembali gagasan dan pemikiran dari seseorang maupun kelompok/komunitas tertentu. Aspek kedua berarti kaligrafi berkaitan dengan kondisi estetik yang berlaku dalam suatu masyarakat dimana batasan daya tampungnya hanya dibatasi oleh keterbatasan pemikiran, gagasan, dan imajinasi. Dalam hal ini, kaligrafi dapat menjadi sebuah gejala kebudayaan yang representatif dan sangat membantu untuk menemukan kecenderungan-kecenderungan yang terjadi dalam suatu kebudayaan serta pertautannya dengan kebudayaan yang lain.
Kalau dicermati, kaligrafi ini sebenarnya ada dalam
setiap kebudayaan yang memiliki sistem penulisan yang bertautan dengan bahasa
khusus yang ada pada suatu etnik/bangsa. Sebagai contoh adalah India, Jepang,
China, Jawa, Arab, dan lainnya. Namun secara garis besar, berdasarkan literatur
yang tersedia serta ditinjau dari geografis, pengaruh dan pola penyebarannya,
artinya pemakaiannya tidak hanya meliputi satu wilayah tertentu tapi telah
dipakai oleh banyak orang dari berbagai wilayah politis/negara dan geografis,
entah sebagai tulisan maupun dalam konteks kesenirupaan dan desain, maka
kaligrafi dibagi menjadi 2 wilayah besar yaitu Timur (eastern) yang meliputi Asia Barat/Timur Tengah (Arab)
dan Asia Timur/oriental (China dan Jepang) serta wilayah Barat
(western) yang
meliputi Eropa dan Amerika.
Sekarang kita akan masuk kedalam penjelasan yang berkaitan tentang hubungan atau pengaruh antara grafis dan budaya. Yaitu “GAYA KALIGRAFI DALAM DESAIN LOGOTYPE”. Yang dimaksud dengan pengaruh pada tulisan ini adalah dipakainya aspek gaya dan juga teknis kaligrafi dalam logotype. Tidak menutup kemungkinan logo/logotype tersebut murni goresan kaligrafer maupun dibuat secara computerized. Seperti diketahui perkembangan teknologi komputer mempermudah orang untuk mengadaptasi sesuatu. Dalam hal huruf juga demikian sehingga bentuk huruf hasil dari pengolahan komputer pun ada yang memiliki kesamaan dalam bentuknya dengan huruf-huruf yang dipakai oleh para kaligrafer. Logotype yang demikian dimasukkan dalam kategori yang dipengaruhi oleh gaya kaligrafi.
Sekarang kita akan masuk kedalam penjelasan yang berkaitan tentang hubungan atau pengaruh antara grafis dan budaya. Yaitu “GAYA KALIGRAFI DALAM DESAIN LOGOTYPE”. Yang dimaksud dengan pengaruh pada tulisan ini adalah dipakainya aspek gaya dan juga teknis kaligrafi dalam logotype. Tidak menutup kemungkinan logo/logotype tersebut murni goresan kaligrafer maupun dibuat secara computerized. Seperti diketahui perkembangan teknologi komputer mempermudah orang untuk mengadaptasi sesuatu. Dalam hal huruf juga demikian sehingga bentuk huruf hasil dari pengolahan komputer pun ada yang memiliki kesamaan dalam bentuknya dengan huruf-huruf yang dipakai oleh para kaligrafer. Logotype yang demikian dimasukkan dalam kategori yang dipengaruhi oleh gaya kaligrafi.
Pada umumnya di Timur maupun di dunia
Barat, aspek gaya dan teknis kaligrafi dalam logotype dipakai
untuk menunjukkan kesan tradisi, klasik dan elegan. Contohnya pada sebuah
restoran China di Amerika yaitu “The Wah Mee”. Goresan huruf pada logotype-nya
menggunakan sentuhan huruf oriental. Seperti sebuah sapuan kuas pada setiap
stroke huruf namun bukan sebuah sapuan kuas yang menghasilkan tekstur dan
goresan spontan karena huruf ini telah diadaptasi dengan komputer. Bandingkan
dengan sebuah restoran Jepang “Fuji” yang masih mempertahankan goresan spontan
kaligrafi oriental. Meskipun tidak menutup kemungkinan sapuan kuas tersebut
hasil adaptasi komputer grafis namun kesan tradisi dan pemaknaan kultur Timur
menjadi lebih bisa dihadirkan dengan karakter semacam goresan spontan tersebut.
Hal ini juga umum kita temui di Indonesia, banyak logotype restoran oriental yang dipengaruhi oleh gaya dan teknik kaligrafi asia timur/oriental, terutama restoran yang khusus menjual makanan dan masakan China atau Jepang. Demikian juga tempat-tempat yang memakai nama Mandarin atau Jepang sering menggunakan gaya oriental tersebut dalam logotype-nya, misalnya Griya Shiatsu. Namun kalau diamati ada sebuah peristiwa/kejadian di daerah Timur, misalnya untuk perusahaan ataupun produk buatan China yang memakai huruf Latin pada logotype-nya namun tidak mengadaptasi pendekatan kaligrafi oriental, tidak jarang logotype yang menggunakan huruf Latin tersebut didampingi oleh huruf Mandarin. Terkadang terlihat tidak hanya pada logo perusahaan buatan China tapi juga pada perusahaan ataupun produk buatan Jepang dan Korea, didapati juga penggunakan logotype huruf Latin yang didampingi huruf Kanji (Jepang) dan Hangeul (Korea).
Di Indonesia, pengaruh kaligrafi Arab
pada logotype banyak kita temui pada toko atau
tempat umum yang bernafaskan Islami atau memiliki kedekatan kultural dengan
tradisi Arab. Misalnya toko pakaian atau butik pakaian muslim/muslimah banyak
yang menggunakan pendekatan gaya kaligrafi Arab. Pengaruh gaya kaligrafi gaya
Arab juga nampak pada Zildjian, sebuah
merk penghasil alat musik cymbal dari Massachussets. Zildjian dalam bahasa Armenia berarti “Son of A Cymbals Maker”
didirikan di Istanbul, Turki pada tahun 1623. Penggunaan pendekatan kaligrafi
Arab nampak terutama lengkungan ritmisnya yang luwes pada setiap huruf serta
bentuk titik pada huruf “i” dan “j” diinspirasi dari huruf Arab. Pemilihan
karakter ini dimungkinkan karena tidak lepas dari aspek sosial budaya rakyat
Turki yang dekat dengan dunia Islam. Namun jika diamati lebih jauh lagi, logotype tersebut
pada huruf-huruf tertentu yaitu “l”, “a”, dan “n” mirip dengan gaya kaligrafi
Barat yaitu gaya huruf Carolingian,
sedangkan huruf “d” mirip dengan gaya huruf Merovingian.
Kemungkinan pendekatan ini dipakai juga karena secara sosial budaya dan
politis, Turki juga dekat dengan Eropa. Namun yang jelas citra yang dapat
ditangkap dari logotype Zildjian ini
adalah sebagai produk yang mempunyai tradisi dan sejarah panjang (sejak
kekaisaran Ottoman sampai saat ini).
Kaligrafi Barat banyak dimanfaatkan
oleh perusahaan maupun produk yang mengasosiasikan dirinya dengan citra
eksklusif dan elegan, bertradisi tinggi dan klasik. Contohnya tidak jarang
perusahaan coklat dan anggur di Eropa memakai gaya kaligrafi Barat ini. Tidak
hanya itu saja kesan romantis yang muncul, huruf kaligrafi Barat juga terkadang
dimanfaatkan perusahaan atau produk yang berhubungan dengan jasa pernikahan.
Dan tentu saja tidak ketinggalan perkumpulan pecinta kaligrafi serta biro
kaligrafi menggunakan pendekatan kaligrafi Barat dalam logotype-nya, baik di Eropa maupun di Amerika.
Pendekatan yang umum pada kaligrafi Barat jelas diadaptasi pada ketiga logo di atas melalui pemakaian ornamental ataupun dramatisasi bentuk huruf pada huruf terdepan suatu kata (monogram). Pada manuskrip atau naskah abad pertengahan huruf awal pada tulisan sebuah naskah biasanya menggunakan pendekatan ini.
Kesimpulannya, kaligrafi baik di Timur maupun di Barat, merupakan tradisi yang telah bertahan lama. Pengaruh kaligrafi sampai saat ini masih bisa dirasakan. Meski telah ada pergeseran fungsi dari tulisan naskah yang panjang menjadi hanya dipakai pada tulisan yang pendek, misalnya pada piagam atau kartu ucapan dan logotype pada kaligrafi Barat. Kaligrafi di Timur masih tetap bertahan, contohnya kaligrafi Arab yang berkembang menjadi kaligrafi Islam karena dipakai pada naskah kitab suci Alquran, serta di China, Jepang, dan Korea, naskah-naskah maupun buku- buku masih menggunakan huruf setempat sampai saat ini. Di Timur, kaligrafi masih memiliki makna yang berhubungan dengan karakter “nation” sehingga bisa bertahan sampai berabad-abad bahkan ketika komputer dipakai pada berbagai media, hal ini tidak serta merta menggeser nilai dan fungsi kaligrafi.
Sebenarnya masih banyak sekali informasi yang membahas mengenai kaligrafi. Namun, berhubung banyak sekali tugas perkuliahan yang harus saya selesaikan, saya sudahi terlebih dahulu tulisan ini. Mungkin bila ada waktu, kesempatan dan niat untuk menulis kembali. Saya akan menampilkan kembali tulisan yang berhubungan dengan kaligrafi. Kurang lebihnya mohon maaf. Akhir kata saya ucapkan “Kamsa Hamnida” untuk para pembaca yang telah membaca atau membuka blog saya. ^_^…………………………………………
Sumber referensi :
www.baggiolino.it,
12 Pebruari 2006
www.chloe2001.com/version3/logo_creations.html,
12 Pebruari 2006
www.cincinnati.com/dining/wahmee/,
12 Pebruari 2006
www.en.wikipedia.org/wiki/Avedis_Zildjian_Company,
12 Pebruari 2006
www.fujisushibar.com,
12 Pebruari 2006
www.gmikr.en.ec21.com/company_info.html,
12 Pebruari 2006
www.lebaolong.de/index_en.htm,
12 Pebruari 2006
www.ourgeneralstore.typepad.com/our_general_store/food_and_drink/,
12 Pebruari 2006
www.winespirit.org,
12 Pebruari 2006




Tidak ada komentar:
Posting Komentar