Laman

Kamis, 29 September 2011

Achmad Furqon_51409261_3IA04_DPG 1.3


Kapan kita harus menggunakan grafis bitmap ataupun grafis vektor pada desain pemodelan grafik ?

Secara garis besar, desain pemodelan grafik bisa dibagi ke dalam 2 (dua) kelompok grafis. Yaitu, grafis berbasis vektor dan grafis berbasis bitmap. Kapan Anda mesti memilih vektor dan kapan Anda mesti memilih bitmap harus menjadi pertimbangan pertama sebelum Anda bekerja. Bagaimana sifat-sifat keduanya, dan bagaimana mencocokannya dengan kebutuhan Anda harus ditentukan dengan bijak. Karena itu semua mempengaruhi cara kerja dan hasil yang akan Anda raih.
Pertama, Anda harus mengetahui program-program yang umum digunakan untuk membuat dan melakukan pengeditan desain, seperti microsoft photo editor, photoshop, gimp, paint, dan corel photo paint untuk grafis bitmap. Sedangkan untuk grafis vektor seperti auto cad, corel draw, adobe illustrator, macromedia freehand, dan Adobe inDesign. Sebaiknya Anda membekali diri dengan konsep dasar desain grafis dengan mempelajari dasar-dasar penggunaan komputer dalam pembuatan desain. Karena pengetahuan semacam ini akan membantu Anda untuk bisa bekerja dengan tepat dan efektif. Sehingga, Anda tidak akan mengalami saat di mana pekerjaan desain yang sudah Anda kerjakan dengan susah payah ternyata tidak bisa digunakan karena hal-hal teknis. Dan Anda tak akan menerima komentar orang seperti, “Wah…mestinya Anda menggunakan program ini dan bukan itu,” atau “Harusnya Anda menggunakan format ini, resolusi segini,” serta masih banyak bla…bla…bla lainnya yang hanya akan memusingkan dan membuat Anda frustasi.
Sebelumnya, kita kembali mengingat bahwa grafis berbasis bitmap adalah semacam grafis yang menggunakan obyek geometris dan perhitungan matematis dalam pembuatannya. Semua obyek pembentuk suatu desain diciptakan oleh komputer dengan mengkalkulasikan faktor-faktor matematisnya, seperti koordinat letak, ukuran dimensional, ukuran outline, dan sebagainya.
Sedangkan untuk membuat grafis berbasis vektor, Anda harus mendefinisikan titik awal dilanjutkan dengan titik-titik berikutnya, dimana komputer akan secara otomatis menyambungkan titik-titik tersebut dalam membentuk suatu obyek. Karena obyek-obyek dibentuk berdasarkan posisi titik-titik penyusunnya, maka untuk mengedit suatu obyek, yang perlu Anda lakukan adalah mengedit titik-titik tersebut. Harus Anda ketahui bahwa sebuah grafis berbasis vektor bisa terdiri dari banyak obyek yang masing-masingnya terbentuk dari banyak titik pula. Secara umum bisa dikatakan grafis vektor adalah tipe grafis yang paling mudah digunakan dan diedit. Walaupun begitu, mudah atau tidaknya penggunaan tergantung dari kebutuhan dan kemampuan Anda dalam hal desain grafis.
Yang istimewa dari grafis vektor adalah sifatnya yang fleksibel. Yaitu, Anda bisa mengubah ukuran dimensionalnya tanpa mengubah kualitas tampilan maupun hasil cetaknya. Sebuah grafis vektor bisa Anda perbesar ukurannya hingga beberapa meter atau Anda perkecil hingga beberapa milimeter tanpa kehilangan ketajamannya. Sifat grafis vektor semacam ini disebut resolusi bebas (resolution independent).

              Simak gambar berikut ini. Pasti berbeda dengan gambar yang sebelumnya telah Anda lihat.
























Karena sifatnya yang fleksibel, grafis vektor umum dipakai untuk membuat desain-desain yang membutuhkan fleksibilitas juga, dalam artian desain yang bisa digunakan dalam berbagai kesempatan, dalam berbagai ukuran, dan dalam berbagai media reproduksi.
Dalam konteks suatu perusahaan, grafis vektor biasanya digunakan dalam pembuatan logo, di mana logo tersebut umumnya digunakan untuk berbagai kepentingan, mulai dari kop surat (letterhead), kartu nama, brosur, booklet hingga kemasan produk dan masih banyak lagi.
Untuk masing-masing penggunaan, logo berupa grafis vektor akan sangat memudahkan Anda untuk memodifikasi ukuran, tata letak, dan berbagai atribut lainnya, sementara pada saat bersamaan tetap mempertahankan kualitas hasil akhirnya. Jadi tak peduli dicetak di kartu nama berukuran 9 cm x 5 cm, spanduk 3 m x 1 m atau di brosur berukuran folio. Logo perusahaan Anda akan senantiasa terlihat solid, sesolid perusahaan Anda.
Grafis vektor juga banyak digunakan dalam pembuatan desain-desain yang membutuhkan presisi, seperti desain produk (product design), terutama untuk kemasan. Di mana ukuran dan ketepatan peletakan elemen-elemen desain sangat berpengaruh terhadap persepsi calon konsumen, yang pada akhirnya mempengaruhi keinginan untuk membeli.
Lagipula, siapa juga yang mau membeli suatu produk yang kemasannya jelek. Simak contoh gambar berikut ini.



















Dalam perkembangannya, grafis vektor juga berhasil memikat hati pada pembuatan kartun dan animasi, sehingga jika Anda perhatikan, begitu banyak situs di internet yang menggunakan animasi flash yang dibuat menggunakan grafis vektor.
Keunggulan bekerja dengan grafis vektor salah satunya adalah ukuran file desain yang dihasilkan relatif lebih kecil dibandingkan dengan desain yang sama namun dibuat dengan grafis bitmap. Contohnya seperti sebuah desain kartu pelajar yang dibuat sebagai kartu grafis vektor dalam format CDR (CorelDraw) menghasilkan file berukuran 56 kb, sedangkan saat dibuat sebagai grafis bitmap dalam format JPEG (Joint Photographic Experts Group) dengan ukuran dimensional sama dan resolusi 300dpi menghasilkan file berukuran 95 kb. Untuk satu desain mungkin hal ini tidak akan terlalu berpengaruh. Namun jika Anda mengerjakan dengan lebih banyak desain, atau dengan desain berukuran dimensional yang lebih besar, maka ukuran file penyimpanan akan benar-benar Anda pertimbangkan.
Walaupun begitu, tidak ada program yang selalu sempurna dan tidak mempunyai kekurangan, bahkan manusia yang dikatakan sebagai makhluk sempurna saja masih memiliki kekurangan. Sehingga tidak akan ada yang dapat sempurna memenuhi segala kebutuhan dan harapan penggunanya.
Kesimpulannya, grafis vektor yang  terbentuk dari obyek-obyek yang dibuat dengan perhitungan matematis, kurang mampu menangani obyek-obyek yang teramat kompleks, seperti ragam warna, gradasi, perubahan kontur dan sebagainya. Sehingga, adalah hampir mustahil membuat ilustrasi wajah manusia sebagaimana yang Anda lihat di foto dengan menggunakan grafis vektor. Saat itulah kita menangani gambar-gambar foto kompleks semacam ini menggunakan grafis bitmap.



Referensi :

http://astayoga.wordpress.com/tag/astayoga/


Senin, 26 September 2011

Achmad Furqon_51409261_3IA04_DPG 1.2


Kaitan Antara Grafis Bitmap Dengan Grafis Vektor Ataupun Sebaliknya

Sebelum kita membahas kaitan antara grafis bitmap dengan grafis vektor, sebaiknya kita terlebih dahulu mengetahui apakah pengertian dari kedua grafis tersebut. Pada umumnya, ada dua jenis grafik utama dalam 2D yaitu Gambar Raster dan Gambar Vektor. Gambar Raster dikenal dengan sebutan Bitmap Image, yaitu struktur representasi gambar yang menggunakan pixel atau bit. Dimana grafis berbasis bitmap (gambar raster) adalah semacam grafis yang menggunakan obyek geometris dan perhitungan matematis dalam pembuatannya. Semua obyek pembentuk suatu desain diciptakan oleh komputer dengan mengkalkulasikan faktor-faktor matematisnya, seperti koordinat letak, ukuran dimensional, ukuran outline, dan sebagainya.
             Saat kita menggunakan grafis berbasis bitmap, maka gambar akan ditampilkan dalam bentuk pixel dimana pixel itu sendiri adalah elemen gambar yang membentuk titik-titik kecil pada tampilan layar. Jumlah pixel atau bit inilah yang kemudian akan menentukan resolusi gambar, yaitu kemampuan gambar untuk menjaga integritasnya apabila diperkecil ataupun diperbesar, biasanya dinyatakan sebagai dpi (dots per inch) atau ppi (pixel per inch).
              Semakin besar pixel atau bit yang dimiliki suatu gambar, maka integritas gambar akan lebih terjaga. Namun, semakin besar pixel atau bit yang dimiliki oleh suatu gambar berarti ukuran file akan semakin besar. Kelemahan dari grafis bitmap adalah ketidak sempurnaan pixel atau bit untuk menjaga hubungan antar garis dalam gambar ketika gambar tersebut diperbesar.
  Sedangkan grafis berbasis vektor (gambar vektor), terbentuk dengan mendefinisikan titik awal dilanjutkan dengan titik-titik berikutnya, dimana komputer akan secara otomatis menyambungkan titik-titik tersebut dalam membentuk suatu obyek. Dimana proses formulasi gambar digital yang dilakukan melalui serangkai prosedur matematis dengan cara merekam hubungan antara titik, garis lurus, garis lengkung, dan bentuk ataupun poligon lain yang terdapat pada gambar. Vektor yang direkam tersebut kemudian akan dikalkulasi secara matematis untuk memperhitungkan rasio penghubungan setiap garis atau titik yang terdapat pada gambar. Rasio yang direkam oleh vektor tersebut kemudian akan digunakan dalam upaya memperbesar gambar agar hubungan antar pixel atau bit pada gambar tetap terhubung dengan sempurna. Karena obyek-obyek dibentuk berdasarkan posisi titik-titik penyusunnya, maka untuk mengedit suatu obyek, yang perlu Anda lakukan adalah mengedit titik-titik tersebut. Selain itu, sebuah grafis berbasis vektor juga bisa terdiri dari banyak obyek yang masing-masingnya terbentuk dari banyak titik pula.
  Dari penjelasan singkat mengenai grafis berbasis bitmap (gambar raster) dan grafis berbasis vektor (gambar vektor), kita dapat menarik suatu kesimpulan bahwa kedua grafis tersebut saling berkaitan satu sama lainnya, karena kedua macam grafis tersebut merupakan bagian dari desain pemodelan grafik dimana terdapat kesamaan ataupun perbedaan pada kedua macam grafis tersebut. Disaat output yang ditampilkan berupa gambar desain, maka akan diperlihatkan sebagai pixel pada layar monitor dengan cara menggunakan jaringan titik. Selain itu, Anda harus mengetahui bahwa kita tidak dapat menghasilkan objek gambar vektor yang prima ketika melakukan konversi objek gambar tersebut dari format bitmap. Dalam proses ini kita menggunakan tekhnik tracing dimana tracing itu sendiri berawal dari kata trace, yang bermaksud menelusuri atau penelusuran. Dalam grafis, tracing bermakna menggambar ulang dengan memakai acuan atau aturan. Bila disederhanakan berarti menjiplak gambar, adapula yang mendefinisikan tracing sebagai proses perubahan basis gambar dari bitmap menjadi vector. Kemudian, kita dapat menghasilkan objek gambar bitmap dari objek gambar vektor dengan cara klik convert to bitmap maka file vektor yg di buat menjadi format bitmap, mutu hasilnya pun dapat ditentukan serta prosesnya mudah dan cepat.

Referensi :

Hello World ! ! !

Bismillaaah Hirrohmaaan Nirrohiiim
"Assalamualaikum Wr. Wb."

   Segala puji bagi Allah swt yang telah memberikan kesehatan dan kesempatan untuk membuat blog ini. Serta salawat serta salam kita haturkan kepada junjungan nabi Muhammad SAW, beserta keluarganya, sahabatnya, dan semoga sampai kepada kita selaku umatnya. Amien Ya Robbal Alamin.

    Salam kenal untuk semua para blogger dan terima kasih atas perhatian sebelumnya. Disini penulis berharap, semoga blog ini lebih memberikan manfaat dan syafaat kepada para pembaca dibandingkan mudharatnya. Akhir kata saya ucapkan :
"Wassalamualaikum Wr. Wb."