Kapan
kita harus menggunakan grafis bitmap ataupun grafis vektor pada desain
pemodelan grafik ?
Secara garis
besar, desain pemodelan grafik bisa dibagi ke dalam 2 (dua) kelompok grafis.
Yaitu, grafis berbasis vektor dan grafis berbasis bitmap. Kapan Anda mesti
memilih vektor dan kapan Anda mesti memilih bitmap harus menjadi pertimbangan
pertama sebelum Anda bekerja. Bagaimana sifat-sifat keduanya, dan bagaimana
mencocokannya dengan kebutuhan Anda harus ditentukan dengan bijak. Karena itu
semua mempengaruhi cara kerja dan hasil yang akan Anda raih.
Pertama, Anda harus mengetahui program-program
yang umum digunakan untuk membuat dan melakukan pengeditan desain, seperti
microsoft photo editor, photoshop, gimp, paint, dan corel photo paint untuk
grafis bitmap. Sedangkan untuk grafis vektor seperti auto cad, corel draw,
adobe illustrator, macromedia freehand, dan Adobe inDesign. Sebaiknya Anda
membekali diri dengan konsep dasar desain grafis dengan mempelajari dasar-dasar
penggunaan komputer dalam pembuatan desain. Karena pengetahuan semacam ini akan
membantu Anda untuk bisa bekerja dengan tepat dan efektif. Sehingga, Anda tidak
akan mengalami saat di mana pekerjaan desain yang sudah Anda kerjakan dengan
susah payah ternyata tidak bisa digunakan karena hal-hal teknis. Dan Anda tak
akan menerima komentar orang seperti, “Wah…mestinya Anda menggunakan program
ini dan bukan itu,” atau “Harusnya Anda menggunakan format ini, resolusi
segini,” serta masih banyak bla…bla…bla lainnya yang hanya akan memusingkan dan
membuat Anda frustasi.
Sebelumnya, kita
kembali mengingat bahwa grafis berbasis bitmap adalah semacam
grafis yang menggunakan obyek geometris dan perhitungan matematis dalam
pembuatannya. Semua obyek pembentuk suatu desain diciptakan oleh komputer
dengan mengkalkulasikan faktor-faktor matematisnya, seperti koordinat letak,
ukuran dimensional, ukuran outline, dan sebagainya.
Sedangkan untuk
membuat grafis berbasis vektor, Anda harus mendefinisikan titik awal
dilanjutkan dengan titik-titik berikutnya, dimana komputer akan secara otomatis
menyambungkan titik-titik tersebut dalam membentuk suatu obyek. Karena
obyek-obyek dibentuk berdasarkan posisi titik-titik penyusunnya, maka untuk
mengedit suatu obyek, yang perlu Anda lakukan adalah mengedit titik-titik
tersebut. Harus Anda ketahui bahwa sebuah grafis berbasis vektor bisa terdiri
dari banyak obyek yang masing-masingnya terbentuk dari banyak titik pula. Secara
umum bisa dikatakan grafis vektor adalah tipe grafis yang paling mudah
digunakan dan diedit. Walaupun begitu, mudah atau tidaknya penggunaan
tergantung dari kebutuhan dan kemampuan Anda dalam hal desain grafis.
Yang istimewa
dari grafis vektor adalah sifatnya yang fleksibel. Yaitu, Anda bisa
mengubah ukuran dimensionalnya tanpa mengubah kualitas tampilan maupun hasil
cetaknya. Sebuah grafis vektor bisa Anda perbesar ukurannya hingga beberapa
meter atau Anda perkecil hingga beberapa milimeter tanpa kehilangan
ketajamannya. Sifat grafis vektor semacam ini disebut resolusi bebas
(resolution independent).
Simak gambar berikut ini. Pasti berbeda dengan gambar yang sebelumnya telah
Anda lihat.Karena sifatnya yang fleksibel, grafis vektor umum dipakai untuk membuat desain-desain yang membutuhkan fleksibilitas juga, dalam artian desain yang bisa digunakan dalam berbagai kesempatan, dalam berbagai ukuran, dan dalam berbagai media reproduksi.
Dalam konteks
suatu perusahaan, grafis vektor biasanya digunakan dalam pembuatan logo, di
mana logo tersebut umumnya digunakan untuk berbagai kepentingan, mulai dari kop
surat (letterhead), kartu nama, brosur, booklet hingga kemasan produk dan masih
banyak lagi.
Untuk
masing-masing penggunaan, logo berupa grafis vektor akan sangat memudahkan Anda
untuk memodifikasi ukuran, tata letak, dan berbagai atribut lainnya, sementara
pada saat bersamaan tetap mempertahankan kualitas hasil akhirnya. Jadi tak peduli
dicetak di kartu nama berukuran 9 cm x 5 cm, spanduk 3 m x 1 m atau di brosur
berukuran folio. Logo perusahaan Anda akan senantiasa terlihat solid, sesolid
perusahaan Anda.
Grafis vektor
juga banyak digunakan dalam pembuatan desain-desain yang membutuhkan presisi,
seperti desain produk (product design), terutama untuk kemasan. Di mana ukuran
dan ketepatan peletakan elemen-elemen desain sangat berpengaruh terhadap
persepsi calon konsumen, yang pada akhirnya mempengaruhi keinginan untuk
membeli.
Lagipula, siapa
juga yang mau membeli suatu produk yang kemasannya jelek. Simak contoh gambar
berikut ini.
Dalam
perkembangannya, grafis vektor juga berhasil memikat hati pada pembuatan kartun
dan animasi, sehingga jika Anda perhatikan, begitu banyak situs di internet
yang menggunakan animasi flash yang dibuat menggunakan grafis vektor.
Keunggulan
bekerja dengan grafis vektor salah satunya adalah ukuran file desain yang
dihasilkan relatif lebih kecil dibandingkan dengan desain yang sama namun
dibuat dengan grafis bitmap. Contohnya seperti sebuah desain kartu pelajar yang
dibuat sebagai kartu grafis vektor dalam format CDR (CorelDraw) menghasilkan
file berukuran 56 kb, sedangkan saat dibuat sebagai grafis bitmap dalam format
JPEG (Joint Photographic Experts Group) dengan ukuran dimensional sama dan resolusi
300dpi menghasilkan file berukuran 95 kb. Untuk satu desain mungkin hal ini
tidak akan terlalu berpengaruh. Namun jika Anda mengerjakan dengan lebih banyak
desain, atau dengan desain berukuran dimensional yang lebih besar, maka ukuran
file penyimpanan akan benar-benar Anda pertimbangkan.
Walaupun begitu,
tidak ada program yang selalu sempurna dan tidak mempunyai kekurangan, bahkan
manusia yang dikatakan sebagai makhluk sempurna saja masih memiliki kekurangan.
Sehingga tidak akan ada yang dapat sempurna memenuhi segala kebutuhan dan
harapan penggunanya.
Kesimpulannya, grafis
vektor yang terbentuk dari obyek-obyek
yang dibuat dengan perhitungan matematis, kurang mampu menangani obyek-obyek
yang teramat kompleks, seperti ragam warna, gradasi, perubahan kontur dan
sebagainya. Sehingga, adalah hampir mustahil membuat ilustrasi wajah manusia
sebagaimana yang Anda lihat di foto dengan menggunakan grafis vektor. Saat
itulah kita menangani gambar-gambar foto kompleks semacam ini menggunakan
grafis bitmap.
Referensi :
http://astayoga.wordpress.com/tag/astayoga/

