Achmad
Furqon_51409261_3IA04_DPG 2.2
Hubungan Grafis dan Budaya dalam
Interaksi Manusia-Komputer part 2
Oi . . .Oi .
. . Oi . . .
Dalam tulisan kali ini, saya akan mencoba menunjukkan fakta
atau data yang menggambarkan hubungan atau pengaruh antara grafis dan budaya
yang referensinya saya dapat dari berbagai sumber. Berikut ini adalah hasil
rangkuman yang saya tulis dari sumber-sumber tersebut. Dimana tulisan tersebut
akan menerangkan tentang asal usul lampu lalu lintas. “Check This Out”………………
Lampu lalu
lintas ditemukan pada tahun 1868 oleh seorang insinyur kereta api bernama John
Peake Knight. Namun bukan lampu lalu lintas yang kita tahu sekarang, tetapi adalah
lentera gas-powered revolving dengan merah dan lampu hijau. penemuan Knight
adalah serupa dengan sinyal kereta api saat itu. Lampu lalu lintas awalnya
ditempatkan di dekat London'sHouse of Commons, di persimpangan Jalan
George dan Jembatan.
Lampu Lalu Lintas Pertama
Pada tahun 1910, Earnest Sirrine
Chicago, menggunakan kata-kata STOP (berhenti) dan MOVE (melanjutkan) untuk
digunakan pada lampu lalu lintas tanpa adanya cahaya. Lalu pada tahun 1912,
Lester Wire dari Salt Lake City, telah menemukan lampu lalu lintas listrik yang
menggunakan lampu merah dan hijau. Tahun berikutnya, James Hoge membuat sistem
lampu lalu lintas menggunakan lampu listrik secara manual. Itu dipasang di Cleveland,
Ohio pada tahun 1914. Lampu lalu lintas tersebut selain menggunakan lampu
listrik, juga menampilkan kata-kata STOP dan MOVE. Kemudian William Ghiglieri dari
San Francisco, California pada tahun 1917 menemukan rancangan lampu lalu lintas
yang dapat dioperasikan secara manual atau otomatis.
Lampu kuning ditambahkan pada tahun
1920 oleh William Potts, seorang polisi Detroit. Dia benar-benar menemukan
beberapa sistem lampu lalu lintas, termasuk cara menggantung empat sistem.
Semua hasil temuan tersebut tidak dipatenkan. Hingga pada akhirnya orang
pertama yang mengajukan permohonan paten untuk memproduksi lampu lalu lintas
yang murah, adalah Garrett Morgan, yang menerima paten pada tahun 1923.
Lampu Lalu Lintas Sekarang
Tulisan di atas hanya menjelaskan tentang asal usul penemuan
lampu lalu lintas. Sedangkan untuk penjelasan mengenai warna lampu merah,
kuning, dan hijau tersebut, dipilih bukan karena asal pilih (sembarangan),
tetapi karena ada sebabnya. Hal ini yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan
antara grafis dan budaya pada Interaksi Manusia-Komputer (Lampu Lalu Lintas).
Berikut adalah penjelasannya, “Check This
Out”………………….
Alasan Kenapa Lampu Lalu Lintas Berwarna Merah Kuning Hijau
Seperti kita ketahui bahwa lampu lalu
lintas yang sering kita jumpai sehari-hari memiliki 3 warna utama yaitu merah,
kuning dan hijau. Warna-warna ini tentunya tidak diambil dan digunakan dengan
sembarang. Dengan kata lain, warna ini diambil karena memiliki arti-arti
tertentu di dalamnya. Dan berikut arti warna pada lampu lalu lintas dan sejarah
singkat tentang bagaimana warna tersebut digunakan sebagai simbol untuk lampu
lalu lintas.
Warna Merah
Warna merah artinya larangan atau
stop atau bahaya. Warna merah identik dengan warna darah, sejak jaman dahulu
manusia sering berperang untuk memperebutkan sesuatu dan Berbagai hal lainnya.
Berperang berarti saling membunuh, saling melukai dan saling menumpahkan darah.
Banyak para korban perang tersebut yang terluka bahkan ada yang tewas. Baik
korban terluka maupun tewas pasti tubuhnya akan mengeluarkan darah. Seperti
kita ketahui bahwa semua manusia memiliki darah yang berwarna merah (jika
darahnya bukan merah, pastinya bukan manusia. Lalu apa? “IH SEREM”). Dan jika
manusia terluka pasti akan mengeluarkan darah dan terasa sakit. Dengan
perkembangan jaman, ada suatu kelompok manusia yang anti dengan peperangan, dan
menyatakan bahwa perang itu membahayakan, maka disepakati dan dibuatlah aturan
untuk tidak saling berperang, melukai dan saling membunuh sesama manusia karena
sangat membahayakan. Dengan tahapan aturan tersebut, yaitu awas bisa melukai,
awas bahaya, dilarang melukai atau bahaya membuat warna merah dijadikan simbol
untuk hal yang membahayakan atau larangan hingga sekarang ini.
Warna Kuning
Warna Kuning artinya hati-hati,
waspada atau pelan-pelan. Warna kuning identik dengan warna api, dimana api
memiliki sifat antara dua pilihan, yaitu api kecil yang bisa di kendalikan, dan
api besar yang sulit dikendalikan dan bisa membahayakan. Pengertian warna
kuning memiliki resiko bisa aman dan bisa tidak aman atau berbahaya. Begitu
juga api, baik api kecil maupun api besar memiliki sifat panas, dan manusia
akan selalu hati-hati dengan api. Jaman dulu di dalam peperangan manusia selalu
menggunakan api, baik untuk senjata, sinyal komunikasi, simbol dan penerangan.
Dalam situasi berperang, prajurit selalu dituntut untuk waspada dan hati-hati
terhadap gerakan musuhnya, apalagi di malam hari. Mereka akan menggunakan api
untuk segala sesuatunya, mereka akan mengamati pergerakan musuhnya dengan
melihat api yang digunakan, sehingga bila ada gerakan api atau obor musuhnya
mereka akan bersiap-siap dan waspada untuk menghadapi serangan musuhnya.
Sehingga sampai sekarang warna kuning telah disepakati sebagai simbol untuk
hati-hati, waspada atau siap-siap. Warna kuning bisa juga diidentikkan warna
daun yang sudah tua yang sebentar lagi daun tersebut akan gugur. Jadi, warna
kuning diartikan sebagai warna transisi atau peralihan.
Warna Hijau
Warna Hijau artinya bebas atau boleh berjalan
atau aman. Warna hijau identik dengan warna alam, yaitu hutan terutama warna
daun pada tumbuh-tumbuhan. Hampir semua warna daun tumbuh-tumbuhan memiliki
warna yang sama yaitu hijau, meskipun sebagian kecil tumbuh-tumbuhan memiliki
daun yang berwarna lain. Lantas kenapa warna hijau diidentikan dengan
kebebasan? Banyak tumbuh-tumbuhan di dunia ini berbeda jenisnya, sifatnya,
ragamnya, corak dan bentuknya, golongannya serta macam-macam yang lainnya.
Tetapi hampir semua daunnya memiliki warna hijau, arti kata semua bebas untuk
berwarna hijau, dan tak satu pun ada yang melarangnya, baik dari
tumbuh-tumbuhan itu sendiri dan yang berasal dari jenis yang berbeda. Jadi
warna hijau memiliki arti suatu kebebasan. Warna hijau juga memiliki sifat
sensitif terhadap penglihatan kita, memiliki warna yang menyegarkan mata
terutama untuk terapi warna. Sehingga warna hijau tersebut sangat aman bagi
mata kita. Dan akhirnya warna hijau disepakati sebagai simbol untuk kebebasan
dan aman atau boleh dan diperbolehkan.
Nah, itu dia alasan kenapa lampu lalu
lintas yang sekarang kita ketahui itu berwarna merah, kuning, dan hijau. Semoga
tulisan ini dapat memuaskan dahaga para pembaca yang haus akan pengetahuan umum
yang mungkin bagi sebagian orang dianggap kurang penting. Dalam tulisan ini
masih banyak kekurangan dalam info ataupun format penulisannya, maka dengan
begitu tolong dimaklumi apabila ada kata-kata yang kurang berkenan, tolong
dimaafkan. Akhir kata saya ucapkan “Kamsa Hamnida” untuk para pembaca yang
telah membaca atau membuka blog saya. ^_^…………………………………………
Sumber
referensi:


perde modelleri
BalasHapussms onay
mobil ödeme bozdurma
HTTPS://NFTNASİLALİNİR.COM
ankara evden eve nakliyat
Trafik sigortasi
Dedektör
Web Site Kurma
aşk kitapları
kartal bosch klima servisi
BalasHapusümraniye vestel klima servisi
ümraniye bosch klima servisi
üsküdar mitsubishi klima servisi
ataşehir arçelik klima servisi
kartal beko klima servisi
beykoz lg klima servisi
üsküdar lg klima servisi
beykoz alarko carrier klima servisi