Laman

Selasa, 18 Oktober 2011

Achmad Furqon_51409261_3IA04_DPG 1.1




Konsep Pemodelan Grafik Dari Sisi Jenisnya Beserta Fungsinya

Saat kita ingin belajar mengenai konsep pemodelan grafik, pertama kali yang harus kita ketahui apakah itu grafik? Grafik adalah karangan visual yang dapat memberi satu atau lebih keterangan visual. Grafik ini bisa juga diartikan sebagai kombinasi dari gambar-gambar, lambang-lambang, simbol-simbol,  huruf,  angka,  kata, lukisan, sketsa yang dijadikan satu kategori untuk memberikan konsep dan juga ide dari pengirim kepada sasarannya dalam menyampaikan informasi.
Disini  grafik mempunyai 2 jenis, yaitu :

1.  Bitmap (Raster).
Grafis berbasis bitmap (gambar raster) adalah semacam grafis yang menggunakan obyek geometris dan perhitungan matematis dalam pembuatannya. Semua obyek pembentuk suatu desain diciptakan oleh komputer dengan mengkalkulasikan faktor-faktor matematisnya, seperti koordinat letak, ukuran dimensional, ukuran outline, dan sebagainya.
Dimana setiap pixel didefinisikan secara terpisah. Model data raster merepresentasikan fitur-fitur ke dalam bentuk matrik yang berkelanjutan. Setiap layer merepresentasikan satu atribut (meskipun atribut lain dapat diikutsertakan ke dalam sel matrik). Entiti spasial raster disimpan di dalam layer yang secara fungsionalitas direlasikan dengan unsur-unsur petanya. Contoh sumber entiti spasial raster adalah citra satelit (misalnya Ikonos).

2.  Vektor.
Grafis berbasis vektor (gambar vektor), terbentuk dengan mendefinisikan titik awal dilanjutkan dengan titik-titik berikutnya, dimana komputer akan secara otomatis menyambungkan titik-titik tersebut dalam membentuk suatu obyek. Dimana proses formulasi gambar digital yang dilakukan melalui serangkai prosedur matematis dengan cara merekam hubungan antara titik, garis lurus, garis lengkung, dan bentuk ataupun poligon lain yang terdapat pada gambar. Vektor yang direkam tersebut kemudian akan dikalkulasi secara matematis untuk memperhitungkan rasio penghubungan setiap garis atau titik yang terdapat pada gambar. Rasio yang direkam oleh vektor tersebut kemudian akan digunakan dalam upaya memperbesar gambar agar hubungan antar pixel atau bit pada gambar tetap terhubung dengan sempurna. Karena obyek-obyek dibentuk berdasarkan posisi titik-titik penyusunnya, maka untuk mengedit suatu obyek, yang perlu Anda lakukan adalah mengedit titik-titik tersebut. Selain itu, sebuah grafis berbasis vektor juga bisa terdiri dari banyak obyek yang masing-masingnya terbentuk dari banyak titik pula. Secara umum bisa dikatakan grafis vektor adalah tipe grafis yang paling mudah digunakan dan diedit. Walaupun begitu, mudah atau tidaknya penggunaan tergantung dari kebutuhan dan kemampuan Anda dalam hal desain grafis

Dimana formula matematika digunakan untuk menggambar grafik primitif (garis, kotak, lingkaran, elips, dll) dan menggunakan attributnya. Gambar vektor biasanya berukuran lebih kecil, gambarnya tidak pecah, dan semua manipulasi dilakukan melalui rumus. Data vektor terdiri dari 3 macam, yaitu:

a.       Titik (point)
Titik adalah representasi grafis yang paling sederhana untuk suatu obyek. Representasi ini tidak memiliki dimensi tetapi dapat diidentifikasi di atas peta dan dapat ditampilkan pada layar monitor dengan menggunakan simbol-simbol.
Representasi Obyek Titik


a.       Garis (line)
Garis adalah bentuk linier yang akan menghubungkan paling sedikit dua titik dan digunakan untuk mempresentasikan obyek-obyek dua dimensi. Obyek atau entitas yang dapat direpresentasikan dengan garis antara lain jalan, sungai, jaringan listrik, saluran air.
 
Representasi Obyek Garis


a.       Poligon (polygon)
Poligon digunakan untuk merepresentasikan obyek-obyek dua dimensi. Satu poligon paling sedikit dibatasi oleh tiga garis di antara tiga titik yang saling bertemu membentuk bidang. Grafik tidak hanya terdiri dari gambar-gambar statis. Grafik tersebut dapat dimanipulasi secara dinamis, yaitu :
•    Motion dynamics : obyek / background bergerak
•    Update dynamics : obyek berubah bentuk, warna, dll.

Grafis vektor maupun grafis bitmap satu sama lain saling memilki kelebihan ataupun kekurangan. Di bawah ini akan dipaparkan beberapa kelebihan atau kekurangan dari grafis vektor maupun grafis bitmap.
v  Kelebihan Grafis Vektor :
*Ruang penyimpanan untuk objek gambar lebih efisien
*Objek gambar vektor dapat diubah ukuran dan bentuknya tanpa menurunkan mutu tampilannya
*Dapat dicetak pada resolusi tertingi printer Anda
*Menggambar dan menyunting bentuk vektor relatif lebih mudah dan menyenangkan
v  Kekurangan Grafis Vektor
*Tidak dapat menghasilkan objek gambar vektor yang prima ketika melakukan konversi objek gambar tersebut dari format bitmap
v  Kelebihan Grafis Bitmap
*Dapat ditambahkan efek khusus tertentu sehingga dapat membuat objek tampil sesuai keinginan.
*Dapat menghasilkan objek gambar bitmap darionjek gambar vektor dengan cara mudah dan cepat, mutu hasilnya pun dapat ditentukan
v  Kelemahan Grafis Bitmap
*Objek gambar tersebut memiliki permasalahan ketika diubah ukurannya, khususnya ketika objek gambar diperbesar.
*Efek yang diidapat dari objek berbasis bitmap yakni akan terlihat pecah atau berkurang detailnya saat dicetak pada resolusi yang lebih rendah.

Fungsi dari desain grafis berbasis vektor ataupun bitmap sering kita lihat pada grafik komputer 2D ataupun grafik komputer 3D. Grafik komputer 2D adalah pembuatan objek gambar yang masih berbasis gambar dengan perspektif 2 titik. Contohnya seperti gambar teks, bangun 2D seperti segitiga, persegi, lingkaran dsb.  Obyek grafik 2-D ini terdiri dari sekumpulan titik-titik 2-D yang dihubungkan dengan garis lurus baik berupa polyline, polygon atau kurva. Obyek grafik 2-D ini dinyatakan sebagai array 1-D, atau linked-list. Grafik komputer 2D kebanyakan digunakan pada aplikasi yang digunakan hanya untuk mencetak dan menggambar seperti tipografi, gambar, kartun,iklan, poster dll.
Sedangkan Grafik komputer 3D merupakan suatu grafis yang menggunakan 3 titik perspektif dengan cara matematis dalam melihat suatu objek, dimana gambar tersebut dapat dilihat secara menyeluruh dan nyata. Untuk perangkat-perangkat lunak yang digunakan untuk grafik komputer 3D ini banyak bergantung pada aloritma-algoritma. Obyek 3-D adalah sekumpulan titik-titik 3-D (x,y,z) yang membentuk luasan-luasan (face) yang digabungkan menjadi satu kesatuan. Face adalah gabungan titik-titik yang membentuk luasan tertentu atau sering dinamakan dengan sisi.
Grafik tiga dimensi adalah bidang penelitian yang akan terus berkembang seiring dengan berkembangnya perangkat keras. Para peneliti maupun praktisi industri menggunakan grafik tiga dimensi untuk menvisualisasikan data yang ada sehingga lebih mudah untuk dianalisa. Selain untuk visualisasi data, grafik tiga dimensi juga banyak digunakan untuk efek film, simulasi, dan game.





Referensi :
http://en.wikipedia.org
http://digilib.its.ac.id
http://student.eepis-its.edu/~irvine/MyLesson/KomputerGrafik/Theory
http://www.sajadstudio.info/edu3015
http://lecturer.ukdw.ac.id
http://www.ilmuwebsite.com/news-website/mengenal-pixel-art
http://www.andisun.com/tag/raster
http://community.um.ac.id
















Tidak ada komentar:

Posting Komentar