Konsep Pemodelan Grafik
Dari Sisi Jenisnya Beserta Fungsinya
Saat
kita ingin belajar mengenai konsep pemodelan grafik, pertama kali yang harus
kita ketahui apakah itu grafik? Grafik adalah karangan visual yang dapat memberi
satu atau lebih keterangan visual. Grafik ini bisa juga diartikan sebagai
kombinasi dari gambar-gambar, lambang-lambang, simbol-simbol,
huruf, angka, kata, lukisan, sketsa yang dijadikan satu kategori
untuk memberikan konsep dan juga ide dari pengirim kepada sasarannya dalam
menyampaikan informasi.
Disini grafik mempunyai 2 jenis, yaitu :
1. Bitmap (Raster).
Grafis
berbasis bitmap (gambar raster) adalah semacam grafis yang menggunakan obyek
geometris dan perhitungan matematis dalam pembuatannya. Semua obyek pembentuk
suatu desain diciptakan oleh komputer dengan mengkalkulasikan faktor-faktor
matematisnya, seperti koordinat letak, ukuran dimensional, ukuran outline, dan
sebagainya.
Dimana setiap pixel didefinisikan
secara terpisah. Model data raster merepresentasikan fitur-fitur ke dalam
bentuk matrik yang berkelanjutan. Setiap layer merepresentasikan satu atribut
(meskipun atribut lain dapat diikutsertakan ke dalam sel matrik). Entiti
spasial raster disimpan di dalam layer yang secara fungsionalitas direlasikan
dengan unsur-unsur petanya. Contoh sumber entiti spasial raster adalah citra
satelit (misalnya Ikonos).
2. Vektor.
Grafis berbasis vektor
(gambar
vektor), terbentuk dengan mendefinisikan titik awal dilanjutkan dengan titik-titik
berikutnya, dimana komputer akan secara otomatis menyambungkan titik-titik
tersebut dalam membentuk suatu obyek. Dimana proses
formulasi gambar digital yang dilakukan melalui serangkai prosedur matematis
dengan cara merekam hubungan antara titik, garis lurus, garis lengkung, dan
bentuk ataupun poligon lain yang terdapat pada gambar. Vektor yang direkam
tersebut kemudian akan dikalkulasi secara matematis untuk memperhitungkan rasio
penghubungan setiap garis atau titik yang terdapat pada gambar. Rasio yang
direkam oleh vektor tersebut kemudian akan digunakan dalam upaya memperbesar
gambar agar hubungan antar pixel atau bit pada gambar tetap terhubung dengan
sempurna. Karena obyek-obyek dibentuk berdasarkan posisi titik-titik
penyusunnya, maka untuk mengedit suatu obyek, yang perlu Anda lakukan adalah
mengedit titik-titik tersebut. Selain itu, sebuah grafis berbasis vektor juga
bisa terdiri dari banyak obyek yang masing-masingnya terbentuk dari banyak
titik pula. Secara umum bisa dikatakan grafis vektor adalah tipe grafis yang
paling mudah digunakan dan diedit. Walaupun begitu, mudah atau tidaknya
penggunaan tergantung dari kebutuhan dan kemampuan Anda dalam hal desain grafis
Dimana formula matematika digunakan
untuk menggambar grafik primitif (garis, kotak, lingkaran, elips, dll) dan
menggunakan attributnya. Gambar vektor biasanya berukuran lebih kecil,
gambarnya tidak pecah, dan semua manipulasi dilakukan melalui rumus. Data vektor
terdiri dari 3 macam, yaitu:
a.
Titik
(point)
Titik adalah representasi
grafis yang paling sederhana untuk suatu obyek. Representasi ini tidak memiliki
dimensi tetapi dapat diidentifikasi di atas peta dan dapat ditampilkan pada
layar monitor dengan menggunakan simbol-simbol.
Representasi
Obyek Titik
a. Garis (line)
Garis
adalah bentuk linier yang akan menghubungkan paling sedikit dua titik dan
digunakan untuk mempresentasikan obyek-obyek dua dimensi. Obyek atau entitas
yang dapat direpresentasikan dengan garis antara lain jalan, sungai, jaringan
listrik, saluran air.
Representasi Obyek Garis
a. Poligon
(polygon)
Poligon
digunakan untuk merepresentasikan obyek-obyek dua dimensi. Satu poligon paling
sedikit dibatasi oleh tiga garis di antara tiga titik yang saling bertemu
membentuk bidang. Grafik tidak hanya terdiri dari gambar-gambar statis. Grafik
tersebut dapat dimanipulasi secara dinamis, yaitu :
• Motion dynamics : obyek / background
bergerak
• Update dynamics : obyek berubah bentuk,
warna, dll.
Grafis vektor maupun grafis bitmap satu sama
lain saling memilki kelebihan ataupun kekurangan. Di bawah ini akan dipaparkan
beberapa kelebihan atau kekurangan dari grafis vektor maupun grafis bitmap.
v Kelebihan Grafis Vektor :
*Ruang
penyimpanan untuk objek gambar lebih efisien
*Objek
gambar vektor dapat diubah ukuran dan bentuknya tanpa menurunkan mutu
tampilannya
*Dapat
dicetak pada resolusi tertingi printer Anda
*Menggambar
dan menyunting bentuk vektor relatif lebih mudah dan menyenangkan
v Kekurangan Grafis Vektor
*Tidak dapat
menghasilkan objek gambar vektor yang prima ketika melakukan konversi objek
gambar tersebut dari format bitmap
v Kelebihan Grafis Bitmap
*Dapat
ditambahkan efek khusus tertentu sehingga dapat membuat objek tampil sesuai
keinginan.
*Dapat
menghasilkan objek gambar bitmap darionjek gambar vektor dengan cara mudah dan
cepat, mutu hasilnya pun dapat ditentukan
v Kelemahan Grafis Bitmap
*Objek
gambar tersebut memiliki permasalahan ketika diubah ukurannya, khususnya ketika
objek gambar diperbesar.
*Efek yang
diidapat dari objek berbasis bitmap yakni akan terlihat pecah atau berkurang
detailnya saat dicetak pada resolusi yang lebih rendah.
Fungsi dari desain grafis
berbasis vektor ataupun bitmap sering kita lihat pada grafik komputer 2D ataupun grafik
komputer 3D. Grafik komputer 2D adalah pembuatan
objek gambar yang masih berbasis gambar dengan perspektif 2 titik. Contohnya
seperti gambar teks, bangun 2D seperti segitiga, persegi, lingkaran dsb.
Obyek grafik 2-D ini terdiri dari sekumpulan titik-titik 2-D yang dihubungkan
dengan garis lurus baik berupa polyline, polygon atau kurva. Obyek grafik 2-D
ini dinyatakan sebagai array 1-D, atau linked-list. Grafik komputer 2D
kebanyakan digunakan pada aplikasi yang digunakan hanya untuk mencetak dan
menggambar seperti tipografi, gambar, kartun,iklan, poster dll.
Sedangkan Grafik komputer 3D merupakan suatu grafis yang
menggunakan 3 titik perspektif dengan cara matematis dalam melihat suatu objek,
dimana gambar tersebut dapat dilihat secara menyeluruh dan nyata. Untuk
perangkat-perangkat lunak yang digunakan untuk grafik komputer 3D ini banyak
bergantung pada aloritma-algoritma. Obyek 3-D adalah sekumpulan titik-titik 3-D
(x,y,z) yang membentuk luasan-luasan (face) yang digabungkan menjadi satu
kesatuan. Face adalah gabungan titik-titik yang membentuk luasan tertentu atau
sering dinamakan dengan sisi.
Grafik tiga dimensi adalah bidang penelitian yang akan terus
berkembang seiring dengan berkembangnya perangkat keras. Para peneliti maupun
praktisi industri menggunakan grafik tiga dimensi untuk menvisualisasikan data
yang ada sehingga lebih mudah untuk dianalisa. Selain untuk visualisasi data,
grafik tiga dimensi juga banyak digunakan untuk efek film, simulasi, dan game.
Referensi :
http://en.wikipedia.orghttp://digilib.its.ac.id
http://student.eepis-its.edu/~irvine/MyLesson/KomputerGrafik/Theory
http://www.sajadstudio.info/edu3015
http://lecturer.ukdw.ac.id
http://www.ilmuwebsite.com/news-website/mengenal-pixel-art
http://www.andisun.com/tag/raster
http://community.um.ac.id


Tidak ada komentar:
Posting Komentar